Rabu, 04 Februari 2015

Miom dan bahaya miom pada kehamilan

Miom dan bahaya miom pada kehamilan
Miom dan bahaya miom pada kehamilan. Apabila miom terdapat di rongga rahim, dibawah rahim, atau di dinding rahim, butuh diwaspadai dikarenakan bisa mendesak janin serta mengakibatkan keguguran. dokter dapat memantau dengan cermat perubahan miom ini sepanjang masa kehamilan, untuk mengantisipasi apabila alami bertambahnya ukuran hingga mengganggu janin ataupun mempersulit sistem persalinan. bila tidak mengganggu, miom dapat dilewatkan hingga periode kehamilan berakhir.

Sekali pun miom sudah diangkat melewati operasi ( miomektomi ) namun tetap mempunyai kemungkinan tumbuh lagi, lebih kurang 10-15%. tetapi, apabila perkembangan miom tergolong “ganas” yakni membesar dengan cepat dalam waktu singkat, dokter kandungan mungkin mengambil tindakan pengangkatan rahim ( histerektomi ) sekalian sesudah sistem persalinan. namun, operasi histerektomi ini umumnya dihindari pada wanita umur subur.

Bahaya Miom Pada Kehamilan

Dikarenakan miom yaitu tumor yang tumbuh didalam rahim, maka pengangkatan miom jelas dapat menyebabkan perdarahan dan dapat segera menganggu manfaat rahim dan janin. miom tidak merebut makanan janin, hingga apabila dilewatkan untuk sesaat hingga periode akhir kehamilan dapat safe untuk janin. sepanjang ukuran miom belum meraih 10 cm, diperkirakan keberadaannya di rahim tak lagi mengganggu tumbuh-kembang janin. tetapi, perubahan miom mesti terus dipantau dokter kandungan yang menjaga, hingga bisa dipastikan tidak mengganggu janin. masalah yang bisa diakibatkan miom diantaranya kontraksi awal, perdarahan, serta jalur lahir tertutup.

Bila miom terus membesar serta mendesak janin, maka ada kemungkinan ibu hamil dapat alami plasenta previa atau plasenta tumbuh dibawah rahim, yang sering menyebabkan perdarahan waktu sistem persalinan. perdarahan ini amat membahayakan jiwa si ibu. juga, bila miom yang tumbuh sepanjang masa kehamilan mempunyai tangkai serta menyebabkan rasa nyeri yang sangat amat saat terpuntir. situasi tangkai miom yang terpuntir tersebut bisa mengakibatkan kelainan letak janin. jika perihal ini berlangsung di dalam periode kehamilan, maka dokter dapat bertindak operasi kritis darurat yang tidak direncanakan.

Selain mengenal bahaya mioma ada pula gejala yang harus diwaspadai seperti anemia, lelah, pusing, sesak nafas. Meski mioma uteri dialami oleh 1 dari 4 wanita usia produktif, jarang ada yang terdeteksi sebelum kehamilan, karena di Indonesia wanita yang belum hamil pada umumnya tidak memeriksakan diri ke ginekolog. Berangkat dari pengalaman ini, mulai sekarang sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan leher rahim secara rutin. Tindakan untuk mengatasi mioma tergantung pada jenis, ukuran dan posisi mioma serta usia kehamilan.

Mungkin ini kabar gembira bagi anda yang menderita mioma tetapi dalam ukuran kecil masih bisa disusutkan dan diobati. Bila ukuran tumor besar dan tumbuhnya cepat, maka harus diangkat melalui operasi. Operasi pengangkatan mioma pada wanita hamil harus menunggu sampai janin berusia empat bulan.Kemudian penanganan radioterapi juga bisa dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu.

Karena ada bahaya mioma kita harus mewaspadai hal di bawah ini seperti :
  1. Mengalami perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
  2. Mengalami rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
  3. Terjadi penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
  4. Mengalami pula gangguan sulit hamil hal itu disebabkan karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
  5. Kemudian pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.